Oleh Rakhyan Risnu S.
Amerika Serikat dan negara-negara Barat adalah negara-negara maju dan penguasa di dunia, paling tidak saat ini. Mereka semua adalah negara-negara demokrasi, sehingga kita sering menyebut bahwa negara-negara yang demokrasi adalah negara-negara yang maju. Paling tidak itu benar dengan berbagai teori dan bukti empiris keberadaan mereka saat ini.
Tapi kita bisa melihat keberadaan dua negara lainnya yang tidak demokrasi yaitu China dan Singapura. Singapuran bukanlah negara demokrasi, meski terlihat demokrasi tapi dia termasuk negara paling makmur di dunia. Begitu juga dengan China. Jelas dia bukanlah negara demokrasi namun perekonomiannya membuat kita terpana. China menjadi salah satu negara yang diprediksi akan menyaingi perekonomian barat. China telah berhasil mematahkan
Posted by
Muslim FE
0
komentar
Posted by
Muslim FE
0
komentar
“Jika ilmu akhirat itu padi, maka ilmu dunia adalah rumput. Barang siapa menanam padi maka rumput biasanya ikut tumbuh, tapi barang siapa menanam rumput, maka jangan pernah bermimpi padi tumbuh mengikuti.” (K.H. Zainuddin M.Z.)
Barangkali inilah analogi yang tepat dalam paradigma menuntut ilmu. Jika kita menuntut ilmu akhirat, maka dunia akan mengikutinya. Tapi jika kita hanya mengutamakan ilmu dunia, maka akhirat jangan harap selamat. Seringkali sebagian dari kita mengutamakan ilmu dunia dibanding ilmu akhirat/agama. Pandai dalam ilmu politik, misalnya, namun tidak faham tajwid Al Qur’an. Cerdas dalam bidang sains, namun tidak tahu bagaimana cara perhitungan zakat. Berlabel Profesor namun tidak meyakini keberadaan Tuhan.
ILMU WAJIB ADALAH ILMU AGAMA
Allah berfirman: “...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Q.S. Al Mujadalah: 11)
Rasulullah juga bersabda:
Read More
Langganan:
Komentar (Atom)


